5 Inovasi Mengajar Yang Harus Dicoba Oleh Guru Di Era Kurikulum Merdeka

Viral6 views

Inovasi pengajaran harus dilakukan oleh pendidik di era Kurikulum Mandiri. Sehingga apa yang dilakukan di dalam kelas dapat memberikan kesan yang tak terlupakan bagi siswa.

Secara sederhana, istilah “inovasi” dapat diartikan sebagai menciptakan sesuatu yang baru atau dapat juga diartikan sebagai pengembangan dari sesuatu yang telah ada sehingga menghadirkan sesuatu yang baru.

Mungkin ketika guru mengajar dulu hanya menggunakan metode ceramah di depan kelas sampai jam pelajaran selesai. Untuk itu perlu dilakukan inovasi dengan menghadirkan pembelajaran dengan model yang berbeda; melakukan pembelajaran berbasis proyek, misalnya. Atau bisa juga dengan menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan konsep permainan.

Model pembelajaran baru ini tentunya akan membawa kesenangan bagi siswa, setidaknya dapat memberikan warna baru di dalam kelas.

Di era Kurikulum Mandiri, menghadirkan pembelajaran yang berbeda menjadi sangat penting. Apalagi, kurikulum baru mendorong guru untuk memberikan kemandirian belajar kepada siswa. Oleh karena itu, perlu menghadirkan cara baru ketika guru mengajar di kelas.

Nah, bagi Anda para guru yang bingung model pembelajaran seperti apa yang harus dihadirkan di kelas, berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan kelas yang inovatif.

Libatkan Peserta Didik

Mungkin kita sudah sering mendengar bahwa siswa harus diberi peran dalam proses pembelajaran. Sehingga diharapkan siswa lebih aktif selama proses pembelajaran. Sementara itu, guru dapat menjadi fasilitator pembelajaran yang baik.

Melibatkan siswa dalam proses belajarnya sendiri sangatlah penting. Sehingga mereka akan lebih rajin belajar dan merasakan pengalaman belajar yang mereka inginkan.

Banyak siswa yang merasa bosan di kelas saat guru menyampaikan pelajaran karena siswa tersebut merasa tidak terlibat dalam pembelajaran.

Bayangkan jika Anda sendiri hanya duduk dan mendengarkan orang berbicara di kelas selama satu jam penuh, pasti Anda akan merasa mengantuk bukan? Siswa juga pasti merasakan hal itu ketika baru berbicara tanpa jeda di depan kelas.

Oleh karena itu, sangat penting untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran. Ini dapat dilakukan dalam beberapa langkah. Misalnya membuat game atau proyek yang berkaitan dengan pelajaran agar siswa lebih aktif. Selain itu dapat menggunakan metode pembelajaran yang berbeda, seperti memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis suatu masalah kemudian mempresentasikannya di depan kelas.

Menerapkan Pembelajaran Berbasis Game

Telah disebutkan sebelumnya bahwa pembelajaran berbasis permainan merupakan model pembelajaran yang perlu dicoba untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar lebih aktif dalam proses pembelajaran.

Jenis permainan yang dapat digunakan saat melakukan pembelajaran sangat beragam. Apalagi di era teknologi sekarang ini, banyak platform yang menyediakan jenis-jenis permainan yang berguna untuk menunjang pembelajaran di berbagai jenjang mulai dari SD hingga SMA.

Jika Anda bingung mencari platform game yang bisa menunjang pembelajaran, Anda bisa mencoba platform tersebut Edakulay dan sejenisnya. Platform tersebut menyediakan berbagai jenis permainan yang dapat digunakan guru untuk mendukung pembelajaran.

Tidak ada salahnya melakukannya inovasi pengajaran Mempresentasikan permainan di kelas. Karena permainan akan membangkitkan semangat siswa dalam belajar yang mungkin bosan dengan metode yang telah dilakukan sebelumnya.

Pelajari lebih lanjut inovasi pembelajaran di era Kurikulum Mandiri yang sangat penting untuk dilakukan via program e-Teacher Academy. Dalam program ini, guru sebagai peserta akan dibimbing untuk memahami konsep Kurikulum Mandiri dan apa yang perlu dilakukan. Semuanya akan dijelaskan dalam pelatihan yang akan berlangsung selama enam bulan ini.

photo 2023 01 24 14.50.56

Klik disini untuk daftar e-Teacher Academy angkatan pertama atau hubungi 085725239162 untuk info lebih lanjut.

Pembelajaran Berbasis Komunitas

Pembelajaran berbasis masyarakat adalah pembelajaran yang dilakukan dengan memanfaatkan komunitas belajar yang ada. Metode ini juga dapat digunakan untuk melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi – yang merupakan salah satu amanat Kurikulum Mandiri.

Di era digital ini, siswa sebenarnya bisa belajar dari mana saja – tidak hanya dari guru di kelas. Untuk belajar bahasa Inggris, misalnya, guru dapat membuat komunitas siswa yang ingin mendalami mata pelajaran tersebut. Atau bahkan mahasiswa tersebut bisa bergabung dengan grup komunitas di media sosial seperti Facebook, Instagram, Youtube, dan lain sebagainya.

Dan jika ingin melaksanakan pembelajaran berbasis masyarakat di dalam kelas, dapat dilakukan dengan membentuk kelompok siswa yang disesuaikan dengan minat atau karakteristik siswa.

Secara tidak langsung, apa yang dilakukan guru dalam membentuk kelompok belajar ini telah memberikan ruang bagi pelaksanaan pembelajaran yang berdiferensiasi. Karena siswa akan belajar sesuai dengan kemampuan dan kemampuannya.

Halaman selanjutnya

Pembelajaran jarak jauh….

News Feed