Rangkuman Materi IPA Kelas 7 Bab 4 Kuriklum Merdeka

Viral5 views

ervologi.com – Rangkuman Materi IPA Kelas 7 Kurikulum Mandiri Bab 4 “Gaya dan Gerak”.

Sahabat pendidikan yang berbahagia, selamat berjumpa kembali di website pendidikan yang selalu memberikan informasi terupdate seputar dunia pendidikan. Pada postingan kali ini admin akan membahas tentang kandungan materi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 7 SMP khususnya pada Bab 4 tentang “Gerak dan Gaya”.

Rangkuman Materi IPA Kelas 7 Bab 4 Kuriklum Merdeka

Admin sengaja membuat rangkuman/rangkuman materi IPA Kelas 7 Bab 4 “Gerak dan Gaya” kurikulum mandiri ini dengan harapan dapat membantu para siswa dan pendidik yang akan mempelajari mata pelajaran IPA di kelas 7 SMP kurikulum mandiri sehingga menjadi lebih mudah memahami materi yang disajikan dalam bentuk ringkasan.

Semua materi yang telah terangkum dalam mata pelajaran IPA kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka Bab 4 Gerak dan Gaya yang akan disampaikan semuanya bersumber dari buku siswa IPA kelas 7 Kurikulum Mandiri jadi bagi kalian yang sudah menggunakan kurikulum mandiri di sekolah akan sangat membantu dengan ringkasan ini.

Dengan adanya rangkuman materi akan memudahkan siswa dalam memahami keseluruhan materi yang disampaikan karena rangkuman materi yang telah admin buat semuanya sudah diatur sedemikian rupa sehingga menjadi materi penting pada mata pelajaran IPA Kelas 7 Bab 4 Gerak dan Gaya” yang semuanya telah dimasukkan dalam ringkasan ini.

Kita semua tahu bahwa dalam mata pelajaran IPA di kelas 7 kurikulum mandiri, khususnya pada Bab 4 “Gerak dan Gaya”
Ada beberapa sub materi yang akan dipelajari di dalamnya, diantaranya sebagai berikut:

A. Gerak Benda

B.Gaya

Baiklah, bagi kalian yang membutuhkan Rangkuman materi IPA Kelas 7 Bab 4 “Gerakan dan Gaya” maka silahkan simak selengkapnya dibawah ini :

BAB 4: GERAKAN DAN GAYA

A. Gerak Benda

1. Perpindahan dan Jarak Benda

Makhluk hidup bergerak dengan sendirinya untuk mencari makanan. Lemari pakaian bergerak karena ayahku yang mendorongnya. Gerak semua benda tersebut memerlukan informasi besarnya perpindahan yang diperlukan dari satu posisi ke posisi lain atau informasi tentang nilai lintasan yang ditempuh oleh gerak benda yang dikenal dengan jarak yang ditempuh.

Suatu benda dikatakan bergerak tergantung pada pengamat dan titik acuan yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa gerak benda bersifat relatif atau tidak mutlak.

2. Apakah Kita Semua Bergerak Relatif?

Gerak semu adalah benda yang sebenarnya diam tetapi diamati oleh pengamat sehingga benda tersebut tampak bergerak. Gerak semu biasanya disebabkan oleh keadaan pengamat yang berada pada sistem yang bergerak.

Contoh gerak semu adalah ketika kita naik ke dalam bus, pohon-pohon di pinggir jalan seolah-olah bergerak menjauhi kita. Padahal sebenarnya yang bergerak adalah bus saat kita berada di dalamnya. Jadi kita semua bergerak relatif.

3. Mengapa Waktu Kedatangan Bisa Berbeda?

Jarak yang ditempuh suatu benda diukur dari seberapa jauh benda tersebut berpindah dari titik acuan sebagai posisi awalnya.

Perpindahan adalah seberapa jauh suatu benda bergerak yang dihitung dari titik awal acuannya, tanpa memandang bentuk lintasannya, apakah berkelok-kelok atau lurus. Semuanya diukur dengan menggambar garis lurus dari posisi awal ke posisi akhir objek.

Dengan membandingkan jarak yang ditempuh dengan waktu, akan mendapatkan nilai kecepatan suatu benda yang sedang bergerak.

Kecepatan dapat dituliskan dalam persamaan berikut.

1674472826 661 Rangkuman Materi IPA Kelas 7 Bab 4 Kuriklum Merdeka

Informasi:

v = Kecepatan, satuannya m/s

s = jarak tempuh, satuannya meter (m)

t = waktu, satuannya detik atau sekon (s)

Kelajuan yang tetap atau bernilai tetap adalah kelajuan suatu benda bergerak ketika setiap bagian dari jarak tersebut ditempuh dalam waktu yang sama.

Kecepatan tetap atau konstan ini biasanya hanya dapat terjadi dalam waktu sesaat atau waktu yang singkat (dalam hitungan detik atau menit). Oleh karena itu kecepatan tetap ini sering disebut dengan laju sesaat. Nyatanya, sangat sulit untuk mempertahankan suatu benda bergerak dengan kecepatan konstan untuk waktu yang lama. Ini membutuhkan konsep yang lebih praktis, yang dikenal sebagai kecepatan rata-rata.

Kelajuan rata-rata adalah kecepatan gerak benda yang menempuh jarak tertentu dimana tidak setiap bagian dari jarak tersebut ditempuh dalam waktu yang relatif sama.

Untuk kecepatan rata-rata berlaku persamaan berikut.

1674472826 264 Rangkuman Materi IPA Kelas 7 Bab 4 Kuriklum Merdeka

4. Apakah Kecepatan Sama Dengan Kecepatan? Mengapa Orang Jarang Menyebutkan Kecepatan?

Kelajuan adalah seberapa cepat jarak yang ditempuh dalam waktu tertentu tanpa memandang arah, karena kelajuan merupakan besaran skalar ( besaran dalam IPA yang hanya memiliki nilai besaran dan satuan).

Kecepatan adalah besarnya perpindahan tiap satuan waktu. Kecepatan adalah besaran vektor (memiliki besaran dan satuan dan arah pergerakan benda juga harus dinyatakan).

5. Bagaimana cara menghitung kecepatan suatu benda?

Kecepatan rata-rata dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.

1674472827 735 Rangkuman Materi IPA Kelas 7 Bab 4 Kuriklum Merdeka

6. Apakah Ada Faktor Lain Dari Gerak Objek Selain Kecepatan?

Besaran yang digunakan untuk mengukur perubahan disebut percepatan.

Percepatan adalah pertambahan kecepatan per satuan waktu.

Percepatan dapat ditulis dengan persamaan berikut.

1674472827 283 Rangkuman Materi IPA Kelas 7 Bab 4 Kuriklum Merdeka

Untuk gerak dipercepat beraturan nilai a adalah positif. Untuk gerak diperlambat beraturan, nilai a adalah negatif. Contohnya adalah ketika mobil mengerem saat tiba di sekolah.

B.Gaya

1. Definisi Gaya

Gaya adalah sesuatu yang berupa dorongan atau tarikan yang dapat menyebabkan benda bergerak.

Tidak hanya itu, gaya juga dapat menyebabkan perubahan arah, bentuk, dan kecepatan suatu benda.

2. Bisakah Force menjadi Nol?

Gaya dapat mengubah arah gerak, sehingga gaya merupakan besaran vektor.

Jika gaya yang diterapkan sama, maka gaya total yang dirasakan oleh meja saling menghilangkan dari kanan dan dari kiri.

3. Apa itu Style Blend atau Resultan?

Untuk gaya yang dirasakan oleh meja seberang, kita tuliskan F1 dan –F2 . Tanda minus pada F2 menunjukkan arah yang berlawanan. Besar gabungan dari dua gaya adalah jumlah dari dua gaya. Ini dikenal sebagai perpaduan gaya/hasil gaya. Arah resultan untuk kasus gaya pada meja yang didorong adalah jumlah dari dua gaya yang berlawanan.

resultan dari kedua gaya tersebut adalah :

R = F1 + (- F2)

Arah dan resultan kedua gaya tersebut adalah nol. Jika ada gaya-gaya yang searah dan searah dengan lebih dari satu gaya, maka besar resultan gaya-gaya tersebut adalah jumlah dari semua gaya.

R = F1 + F2 + F3 + ………. dan seterusnya

4. Macam Gaya

Ada berbagai macam gaya yang langsung bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya termasuk gaya otot, gaya pegas, gaya magnet, gaya mesin, gaya listrik, gaya gravitasi dan gaya gesekan.

5. Mengapa terasa sedikit getaran saat mendorong meja atau benda dan terdengar bunyi?

Apa itu gesekan?

Gaya gesek adalah gaya yang ditimbulkan oleh dua benda yang saling bergesekan dan arahnya berlawanan dengan arah gerak benda. Gaya gesek dapat dipengaruhi oleh kekasaran permukaan benda dan berat benda, tetapi tidak dipengaruhi oleh luas permukaan benda.

6. Mengapa terasa lebih berat saat pertama kali mendorong benda dibandingkan saat mendorong saat benda sudah mulai bergerak?

Gaya gesek yang terjadi ketika suatu benda tidak bergerak sama sekali disebut gaya gesek statis. Gaya gesek yang terjadi setelah benda bergerak disebut gaya gesek kinetik.

7. Apakah Gesekan Menguntungkan?

Beberapa contoh berikut adalah gaya gesek yang menguntungkan. Sepatu dan sandal yang terbuat dari karet anti selip akan mencegah pemakainya terpeleset. Kemudian ban mobil, ban sepeda motor terbuat dari karet keras dan bentuknya didesain sedemikian rupa sehingga akan menambah gaya gesek antara ban dengan jalan untuk mempercepat laju kendaraan.

8. Apakah Ada Gaya Gesekan yang Merugikan?

Gaya gesek juga dapat menimbulkan kerugian, antara lain roda gigi dan rantai pada sepeda motor yang sering bergesekan. Gesekan yang berkepanjangan akan aus.

9. Apakah ada hukum yang mengatur gaya barang?

Semua benda yang ada di alam ini dalam keadaan diam, atau bergerak tanpa terjadi secara tiba-tiba atau tanpa sebab apapun. Meskipun ada sebab, proses gerak suatu benda tidak terjadi secara sendiri-sendiri.

Dapat dikatakan bahwa gerak suatu benda pada umumnya bersifat deterministik, artinya dapat dihitung kemana lintasan yang akan ditempuh, berapa arah kecepatan pada setiap titik, dan berapa percepatan yang terjadi pada setiap waktu.

Melalui sifat-sifat yang dapat dihitung atau diprediksi (deterministik) tentu ada hukum alam di baliknya. Dengan hukum ini kita dapat memperkirakan kemana suatu benda akan bergerak jika diberi dorongan tertentu.

Pada abad ke-17 atau sekitar tahun 1600-an, seorang pemikir dan ilmuwan bernama Isaac Newton merumuskan hukum gerak yang luar biasa. Newton menemukan bahwa masalah gerak di alam semesta hanya dapat dijelaskan dengan tiga hukum sederhana.

10. Pengadilan I Newton

Jika resultan atau jumlah gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol atau tidak ada gaya sama sekali yang bekerja pada benda tersebut, maka benda tersebut akan diam selamanya (tidak bergerak) atau akan bergerak dalam garis lurus dengan kecepatan tetap. Fenomena ini dijelaskan dalam Hukum Pertama Newton.

Hukum ini berbicara tentang konsep kelembaman benda atau disebut juga dengan kemalasan benda untuk mengubah posisinya.

Semakin besar inersia suatu objek, semakin malas objek tersebut untuk bergerak atau mempertahankan kelembamannya. Untuk dapat bergerak diperlukan gangguan yang lebih besar untuk mengubah kecepatan benda tersebut. Semakin besar massa, semakin inert objek. Itulah mengapa sangat sulit bagi kita untuk mendorong benda yang bermassa lebih besar daripada benda yang bermassa lebih kecil.

11. Bagian II Newton

Hukum Pertama Newton tidak membahas penyebab benda bergerak atau berhenti. Kami membutuhkan hukum lebih lanjut yang menjelaskan perubahan keadaan gerak benda. Hukum ini menyatakan bahwa suatu benda dapat mengubah keadaan geraknya jika suatu gaya bekerja pada benda tersebut. Gaya yang bekerja berhubungan langsung dengan perubahan keadaan gerak benda. Hukum ini dikenal sebagai Hukum Kedua Newton.

Kuantitas penting dari Hukum Kedua Newton adalah apa yang disebut sebagai percepatan. Percepatan suatu benda berbanding lurus dengan gaya yang diberikan pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massa benda tersebut. Arah percepatan sama dengan arah gaya.

12. Bagian III Newton

Ketika sebuah benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua juga akan memberikan gaya yang sama besarnya tetapi berlawanan arah. Hukum yang mengatur konsep di atas sering disebut sebagai “Hukum Aksi-Reaksi”. Secara sederhana, Hukum Ketiga Newton menyatakan, “Untuk setiap aksi akan ada reaksi yang sama tetapi berlawanan arah.”

Perlu ditekankan, bahwa “gaya aksi” dan “gaya reaksi” bekerja pada benda yang berbeda. Jika benda pertama memberikan gaya pada benda kedua (gaya aksi), maka benda kedua memberikan gaya yang sama pada benda pertama tetapi berlawanan arah (gaya reaksi). Hukum ini menyatakan adanya gaya reaksi yang besarnya sama dengan gaya aksi, tetapi berlawanan arah.

Demikian rangkuman materi IPA Kelas 7 Bab 4 tentang “Gerakan dan Gaya” yang akan dipelajari dalam kurikulum mandiri. Semoga dengan adanya rangkuman materi tentang “Gerak dan Gaya” yang nantinya akan dipelajari pada mata pelajaran IPA kelas 7 kurikulum merdeka dapat membantu siswa belajar sehingga lebih mudah memahami materi tersebut.

News Feed